Mengapa Kalian Wanita Tidak Mau Berhijab? Padahal Banyak Keutamaan Berhijab

Wanita berhijab

Mengapa Kalian Wanita Tidak Mau Berhijab? Padahal Banyak Keutamaan Berhijab

 

Allah Ta’ala menetapkan salah satu sarana ibadah bagi para wanita yang beriman, dengan mewajibkan kepada mereka untuk memakai hijab yang dapat menutup seluruh tubuh dan perhiasan mereka di depan kaum laki-laki lain. Bila hal itu dilakukan sebagai penghambaan, akan mendapatkan pahala; dan sebaliknya bila ditinggalkan, akan mendapatkan siksa. Oleh karenanya, setiap pelanggaran terhadapnya, merupakan dosa besar yang membinasakan, dan akan mendorong terjadinya dosa besar lainnya, semisal: sengaja mempertontonkan sebagian anggota tubuh, memamerkan sebagian perhiasan yang dipakai, membaur dengan kaum laki-laki, merangsang orang lain dan lain sebagainya, yang merupakan dampak-dampak negatif dari pelanggaran hijab.

Maka, diwajibkan atas para wanita yang beriman, agar tetap komitmen terhadap semua yang telah diperintahkan Allah Ta’ala kepada mereka, berupa: memakai hijab, menutup tubuh, mempunyai sifat ‘iffah dan rasa malu, sebagai bentuk ketaatan mereka kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. al-Ahzâb:36).

 

Alasan-alasan Wanita Tidak Mau Berhijab

Ada wanita yang belum mau menutupi auratnya, alasannya dia katakan bahwa hijab adalah bentuk pemaksaan pada wanita, padahal tanpa sadar dia dipaksa pula ikut trend fashion

Baju ini tidak match sama yang ini, yang lagi ‘in’ yang itu, warna ini seharusnya dipasangkan sama yang ini, sepatu harus satu warna sama blouse atau kuncir rambut, itu ya aturan

Ada pula yang mengatakan berhijab itu tidak ringkas. Tapi coba lihat ketika wanita tak berhijab traveling, satu tas khusus make-up, satu tas lagi toiletries, belum lagi sepatunya

 

Pernah juga ada yang bilang, “Yang penting hatinya taat, bukan luarnya”. Siap besok kalau suaminya bilang “Yang selingkuh itu hanya luarnya, hatiku tetap padamu”, mau?

Kalau belum siap? Ya tetap saja kewajiban Allah tidak berubah, lagipula bila kita yakin kita di jalan taat, maka Allah pasti akan menolong kita, meneguhkan hati kita

 

Ada lagi yang khawatir masih maksiat ketika sudah berhijab, ini lumayan, artinya dia sadar bahwa “tak wajar berhijab tapi masih maksiat”, solusinya, ya langsung berhijab, Allah pasti bantu

Coba dipikir sebaliknya, yakinkan dalam hati bahwa hijab adalah bagian kepatuhan pada Allah, ungkapannya “Ya Allah, aku milik-Mu, akan kembali pada-Mu, inilah taatku”, sejuk

 

Hijab juga filter lelaki, hanya yang baik yang akan mendekati, hanya yang serius yang akan memulai. Bilapun ada yang masih iseng, setidaknya jauh lebih terhormat di pandangan mata

Hanya lelaki yang tidak normal yang tak tertarik pada aurat yang diumbar. Namun ada wanita yang marah ketika dilihat auratnya, mau dibuka tapi tak boleh dilihat, aneh

Tapi lelaki normal manapun lebih suka pada yang terlindung, yang tak pernah dijamah oleh lelaki manapun, maka Al-Qur’an menggambarkan bidadari begitu adanya

 

Dalam surah Ar-Rahman, “Tak pernah disentuh oleh manusia sebelumnya, dan tidak pula jin”, “jelita terpelihara dalam kemah-kemah mereka”, khusus bagi mereka yang beriman

Ada bidadari yang disegerakan di dunia. Merekalah yang menjaga harga diri, kemuliaan dan kehormatan dengan hijab syar’i, taat pada Allah melebihi cinta pada diri

 

Hijab Syar’i adalah merupakan keta’atan kepada Alloh dan Rosul-Nya.

“Barangsiapa taat kepada Alloh dan Rosul-Nya, niscaya Alloh memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.” [QS. An-Nisa’:13]

“Dan barang siapa yang taat kepada Alloh dan Rosul-Nya dan takut kepada Alloh dan bertaqwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” [QS. An-Nur:52]

Hijab Sebagai Pelindung

Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya allah itu malu dan melindungi serta menyukai rasa malu dan perlindungan”

Serta sabda beliau yang lain (yang artinya): “Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka allah azza wa jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”

Maksud dari sabda tersebut yaitu dengan tujuan memberitahukan kaum hawa bahwa di setiap perbuatannya maka akan dibalas dengan balasannya yang setimpal.

 

  • Menjaga kehormatan
  • Mencegah keinginan dan kesenangan syaithaniyah (sebagaimana perbuatan setan)
  • Menjaga rasa malu
  • Menghalangi masuknya pengaruh tabarruj (menampakkan anggota tubuh dan perhiasannya), sufur (menampakkan (kecantikan) wajahnya), dan ikhtilath (bercampur-baur antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram) pada masyarakat Islam.
  • Hijab merupakan benteng untuk melawan zina dan gaya hidup bebas (boleh berbuat sekehendaknya)

 

Pakailah hijab syar’i dan istiqamahlah dengan hijab itu, niscaya engkau akan terjaga dari fitnah. Dengan berhijab maka pahala untukmu akan mengalir sepanjang hari, tetapi jika engkau tidak berhijab di depan non-mahram maka aliran dosalah yang akan engkau dapatkan. Sungguh, lebih baik merasa kepanasan di dunia karena berhijab dari pada kepanasan di neraka karena melepas hijab.

Baca Juga : #AyoNikahMuda, Dilema Anak Muda Tentang Nikah Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: